25 Fakta Seru Tentang Film Dilwale Dulhania Le Jayenge (1995) Yang Kami Percaya Belum Kamu Ketahui


Dalam 23 tahun eksistensi-nya, semua hal tentang film Dilwale Dulhania Le Jayenge (DDLJ) telah dibincangkan, tetapi tidak ada seorang pun yang berkata sudah cukup dan bosen. Tetapi bila ada sesuatu mendekati kata-kata yang berarti buat DDLJ bagi kita. Bahwa DDLJ adalah sebuah film romantis yang dibuat indah dan baru saja dirilis oleh YRF (Yash Raj Film).

Semua orang yang terlibat dalam film ini, baik para pemain dan kru film, yaitu Shahrukh Khan, Kajol, Anupam Kher, Karan Johar, Uday Chopra, Saroj Khan, Farah Khan dan lain lain. Mereka telah berbagi pengalaman ketika mengerjakan film ini. Dan mereka telah mengungkapkan sejumlah fakta seru dan hal-hal sepele yang kami percaya belum kamu ketahui.

Berikut, 25 fakta seru tentang film Dilwale Dulhania Le Jayenge yang kami percaya belum kamu ketahui.

1. Pasti, kamu mengira kalau Shahrukh Khan menyukai naskah film ini dan setuju akan memainkannya. Kamu pasti terkejut, awalnya ia telah mengatakan tidak untuk film ini. Ia memang menyukai naskah film ini tetapi ia tidak sedang ingin memainkan film drama romantis pada saat itu.

Dalam fikirannya, ia terlalu tua (padahal masih 30 tahun loh) dan tidak cukup tampan yang biasanya memainkan film seperti ini. Tetapi ia akhirnya menerima peran di film ini setelah diyakinkan oleh Aditya Chopra dan Yash Chopra. Yang mana Yash mengatakan kepadanya bahwa ia tidak akan pernah bisa menjadi bintang besar jika ia tidak pernah memainkan film romantis.

2. Shahrukh Khan berfikir karakter Raj adalah seorang banci. Sebagaimana pernah ia katakan sendiri pada tahun 1994, "Ini adalah peran seorang pengecut. Saya merasa seperti pengecut. Saya merasa seperti banci!"

3. Shahrukh bersikeras di film ini cuma sedikit action atau adegan kekerasan, dikarenakan Aditya Chopra dan Yash Chopra bukanlah pengggemar adegan action. Namun, Shahrukh sering kali mengatakan film ini menjadi sangat hits karena adanya adegan pertumpahan darah, meski porsinya kecil banget.

4. Setelah menonton film ini, Shahrukh mengatakan kepada Yash bahwa film ini akan menjadi tonggak-nya, film yang akan membuatnya dikenal dan dikenang. 

5. Film ini sempat mengalami masalah ketika syuting lagu populer Tujhe Dekha Toh Yeh Jaana Sanam di Haryana. Mereka sebenarnya telah mendapatkan izin dari Panchayat (Kepala Desa) untuk syuting di sebidang tanah di sana, tetapi para penduduk desa berfikir itu saja tidak cukup dan secara harfiah bertanya, "Berani sekali kamu melakukan itu di tanah kami?"

Kabarnya, Shahrukh akhirnya turun tangan dan berbicara kepada mereka dengan aksen Haryanvi. Ketika diskusi masih terjadi, mereka dengan sigap dan siap memulai syuting lagi.

6. Adegan klasik, "aao, aao" Shahrukh dan Amrish Puri yang sedang memberi makan merpati di film ini rupanya benar-benar tidak diinginkan.

7. Gerakan tari dengan taplak meja di lagu Ruk Ja O Dil Deewane dilakukan hanya sekali take (ambil) - karena Shahrukh melakukannya dengan benar pada kali pertama.

8. Shahrukh berkata sebelum ia main film ini, ia tidak pernah berfikir ia seperti Raj. Namun, selama syuting, ia menyadari bahwa ia sebenarnya sangat mirip Raj. Dan ia pun pernah berujar, "Saya fikir 90% dari karakter Raj seperti saya. Jadi ya, jika para gadis berfikir tidak akan pernah menemukan Raj, mereka boleh menelpon saya selalu"

9. Kajol sangat ragu-ragu untuk tampil di lagu terkenal Mere Khwabon Mein Jo Aaye, karena ia tidak suka mengenakan handuk di sepanjang lagu tersebut. "Aku seperti..., Aditya, apa-apaan ini? Kau beri aku sebuah handuk sepanjang lagu ini? Omong kosong apa ini? Aku bukan aktris semacam itu". Tetapi mereka meyakinkan Kajol bahwa mereka akan menanganinya dengan selera tinggi, dan ketika Kajol melihat hasil akhirnya, ia begitu senang.

10. Rok putih Kajol yang ikonik pada lagu Mere Khwabon Mein Jo Aaye dipotong di lokasi syuting. Manish Malhotra dan timnya memotongnya karena Aditya Chopra menganggapnya awalnya terlalu panjang, namun akhirnya menjadi lebih pendek dari yang mereka duga, tetapi mereka tetap melakukannya.

11. Kajol dan Shahrukh menemui banyak masalah ketika mereka syuting adegan dimana mereka akan bangun tidur bersama. Menurut Kajol, Aditya mengira itu akan menjadi pemandangan yang berapi-api ketika ia menulis naskahnya, tetapi nyatanya, ia dan Shahrukh tidak bisa berhenti tertawa melakukannya. Mereka sering terpecah konsentrasinya dan tertawa sepanjang waktu sehingga perlu beberapa kali untuk dapat melakukannya dengan benar.

12. Aditya Chopra menulis naskah film ini hanya dalam rentang waktu 3 atau 4 minggu saja. Karan Johar mengungkapkan bahwa setiap hari, Aditya mendiskusikan film ini dan konsep intinya dengan dia dan juga meminta masukannya - tetapi sebagian besar sih, Aditya telah memiliki gambaran tentang film ini sehingga ia mampu menulisnya dengan cepat.

13. Tim film ini tidak benar-benar berfikir bahwa mereka telah membuat sesuatu yang menakjubkan (saya tahu, apa-apaan ini, kan?) Kajol bahkan mengira film ini udah jadul meski film ini bagus tapi tanpa sesuatu yang baru atau berbeda dari lainnya.

Kata Kajol, saya telah membuat film klise yang paling komersial, yang pernah dibuat. Dan saya sedang membuat cerita tertua dalam sebuah buku. Bahkan ada diskusi (dibumbui humor) tentang bagaimana para analisis perdagangan bereaksi atas omongannya, dimana ia berkata bahwa selama ada tepuk tangan gemuruh ketika lagu dendangkan, saya senang.


14. Hampir semua orang di lokasi syuting - termasuk orang berpengalaman seperti Yash Chopra dan Saroj Khan - memiliki ide tentang bagaimana hal seharusnya dilakukan, tetapi Aditya memegang kendali dan mengeksekusi film ini seperti yang diinginkannya. (Misalnya, ia bersikeras membuat Kajol mengenakan Sari dari bahan satin bukan sifon, yang telah bikin Yash cemas). Akhirnya, Saroj datang ke rumah Yash untuk menemui Aditya mengatakan kalau ia benar dan Kajol salah.

15. Anupham Kher sungguh-sungguh bertanya kepada Aditya kenapa memberikan peran yang lebih besar kepada Amrish Puri, juga mengatakan ia ingin bertukar peran. Tetapi Aditya dengan jelas mengatakan tidak.

16. Menurut Pamela Chopra (Ibu Aditya Chopra), bahwa karakter Anupham Kher sebenarnya didasarkan pada Yash Chopra - ia mengatakan bahwa Yash adalah orang tua semacam itu bagi anak-anaknya, lebih memilih menjadi teman dari pada Ayah mereka.

17. DDLJ menjadi ajang latihan bagi Karan Johar. "Saya tidak pernah masuk sekolah film. Saya juga tidak pernah menjadi asisten sutradara. Satu-satunya tempat pelatihan saya untuk menjadi seorang sutradara film adalah Dilwale Dulhania Le Jayenge."

18. Anaita Shroff Adajania mungkin memiliki momen sebagai stylist pertamanya di lokasi syuting film ini. Ia sebenarnya tidak menjadi stylist di film ini, tetapi ketika syuting adegan di kolam renang, ia berfikir bahwa pakaian renang Kajol membutuhkan lapisan tambahan.

Satu-satunya pilihan yang tersedia adalah dupatta (sehelai kain panjang yang biasa dikenakan di kepala) milik Saroj Khan - jadi mereka mengambilnya dan melingkarkannya ke Kajol untuk mempercantik penampilannya. Oh! Tak berapa lama dupatta-nya robek.

19. Uday Chopra dan Karan Johar terlibat di belakang layar dalam pembuatan DDLJ. Mereka berada di ruang editor selama berhari-hari untuk menyelesaikan film ini, dan Karan mengatakan bahwa mereka seperti sedang membuat film mereka sendiri.

20. Farah Khan hanya menjadi koreografer untuk lagu Ruk Ja O Dil Deewana, karena ia tidak bisa ikut terbang ke Eropa bersama tim dan koreografer lainnya. Kenapa? Karena jadwalnya untuk bekerja dengan Nana Patekar.

21. Masih ingat adegan terakhir lagu Ruk Ja O Dil Deewana ketika Shahrukh menjatuhkan Kajol? Bahwa ternyata Aditya Chopra tidak memberi tahu Kajol ini akan terjadi, jadi reaksi yang kamu saksikan itu, benar-benar reaksi asli Kajol yang menderita kesakitan.

22. Lagu terkenal Mehndi Laga Ka Rekhna awalnya diperuntukkan buat film lain.

23. Ingat gak adegan ketika Himani Shivpuri (yang memerankan Kammu Bua dan merasakan getar-getar cinta kepada katakter Anupham Kher) mencoba beberapa Saree dan menolak setiap Saree yang tidak disetujui Shahrukh. Tentu saja kan kamu ingat. Adegan tersebut terinspirasi dari adegan film hollywood jaman old. Yup, adegan ikonik tersebut ada di film thriller Witness For The Prosecution (1957).

24. Kabarnya, peran Raj Malhotra pernah ditawarkan kepada Saif Ali Khan dan juga Tom Cruise. Namun, setelah menyaksikan film ini, kita tidak bisa membayangkan aktor lain memerankan Raj selain Shahrukh.

25. Jaket kulit ikonik yang dikenakan Shahrukh di film ini, dibeli seharga 400 USD oleh Uday Chopra di Toko Harley Davidson di California.

Yuk SHARE artikel ini via Facebook atau Twitter kamu. Dan jangan lupa, LIKE Halaman Facebook dan FOLLOW Twitter kami juga, ya!
BERIKAN KOMENTAR ()